Home Uncategorized Bantu Masyarakat Isoman, Dokter Di Jawa Timur Berikan Konsultasi Gratis

Bantu Masyarakat Isoman, Dokter Di Jawa Timur Berikan Konsultasi Gratis

82
0

Jawa Timur, (titikfocus) – Saat lonjakan kasus Covid-19 menyebabkan ruang perawatan di rumah sakit penuh hingga kini, serta telah mencapai 40 ribu lebih kasus harian covid-19 atau bahkan sampai kasus tertinggi di dunia. Hal ini menyebabkan sebagian pasien positif Covid-19, terutama yang tanpa gejala dan gejala ringan, terpaksa menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah yang seharusnya tetap dapat berkonsultasi kepada Dokter atau paramedis untuk mengetahui perkembangannya.

Situasi itu membuat hati salah satu dokter yang praktik pada salah satu Klinik di Gresik, Jawa Timur dan merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang yang bernama Dokter Yussy, turut membantu para warga yang sedang menjalani isoman. Ia pun membuka layanan konsultasi medis secara gratis melalui daring baik di medsos pribadinya dengan akun instagram @yussy.yunata dan melalui pesan whatsapp dengan nomor 082143003113.

“Saya pikir, saya harus bertindak lebih dimana saat ini negara Indonesia sudah mencapai kasus harian covid-19 tertinggi di dunia dan banyaknya masyarakat yang melakukan isoman khususnya di Gresik, Jawa Timur,” ujar Dokter Yussy, Jum’at (16/07/2021).

Dia membuka jasa konsultasi kesehatan tersebut, berawal dari banyaknya keluarga dekat dan masyarakat Jawa Timur yang menjalani isoman di rumah serta banyaknya berita hoax terkait covid-19 yang membuat masyarakat Jawa Timur ada yang tidak percaya mengenai covid-19 dan dampak yang ditimbulkannya sehingga masih banyak masyarakat yang abai dengan protokol Kesehatan (prokes) dan ia tergerak ingin membantu dan memberikan informasi agar masyarakat lebih paham mengenai pencegahan dan penanganan virus covid-19.

Sehari – hari dokter Yussy melayani masyarakat yang ingin berkonsultasi gratis setiap hari Senin s/d Jumat mulai pukul 20.00 – 22.0 WIB sepulang berjaga dari Klinik.

Dokter Yussy mengungkapkan, pelayanan yang diberikan adalah konsultasi medis. Dirinya tidak memberikan layanan paket isoman, suplai obat, oksigen, maupun ambulans. Selain itu ia juga tidak memberikan resep, namun hanya merekomendasi obat yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi pasien. Sehingga masyarakat tidak sembarangan atau bahkan berlebihan dalam mengkonsumsi obat – obatan untuk penanganan covid-19.

“Saya akan berusaha meluangkan waktu sekitar 1 sampai dengan 2 jam, dari jam 8 sampai 10 malam untuk membantu masyarakat dengan berkonsultasi secara gratis dan merekomendasikan obat yang boleh ataupun tidak boleh dikonsumsi saat isoman karena banyak masyarakat yang mengkonsumsi obat – obatan tanpa pengawasan dari dokter namun tidak melayani telemedicine emergency, hanya membantu memberi konsultasi medis,” pungkasnya. (Rls).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here