Home Uncategorized RSUAY Kota Metro Butuh Tambahan Oksigen

RSUAY Kota Metro Butuh Tambahan Oksigen

133
0

Kota Metro, (titikfocus) — Plt. Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Ahmad Yani Kota Metro mengaku angkat tangan atas persoalan keterbatasan oksigen yang saat ini sudah berstatus darurat. Hal itu diungkapkan oleh Plt. Direktur RSU Ahmad Yani, dr. Hartawan saat menggelar konferensi pers terkait meninggalnya almarhum Yohanes Erlangga (27) warga Jalan Banteng RT 39 RW 15, Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat yang diduga meninggal akibat tidak mendapatkan pelayanan kesehatan pada sejumlah Rumah Sakit di Kota Metro.

Plt. Direktur RSU Ahmad Yani, dr. Hartawan mengaku terjadi keterbatasan oksigen pada saat almarhum dibawa ke RSU Ahmad Yani. Oleh sebab itu, pihak rumah sakit membantah terkait penolakan penanganan pasien.

“Kejadian kemarin itu memang pasien betul datang ke RSU Ahmad Yani sekira pukul 14.30 WIB. Kondisi saturasi oksigen pasien waktu itu hanya 50 persen. Kalau kita kondisi normal ini kan saturasi oksigennya diatas 90 persen. Jadi memang betul-betul dia membutuhkan oksigen,” ujarnya, Jum’at (30/07/2021).

Dia menambahkan, dalam kondisi seperti itu dia merasa dilema lantaran hanya terdapat dua pilihan dalam upaya penanganan pasien. Pertama jika pasien diterima, namun tidak bisa mendapatkan oksigen. Sedangkan jika tidak mendapatkan oksigen keluarga pasien akan mengajukan komplain.

“Kalau kita terima nanti di Ahmad Yani, di UGD dia tidak akan dapat oksigen. Kalau dia tidak dapat oksigen, jelas keluarga akan lebih komplain. Jadi dilemanya dua, apakah mau kita tidak terima dengan kondisi penyampaian bahwa memang kondisi oksigen kita kosong. Atau kita terima dengan keluarga komplain, ngapain lo terima karena oksigen kosong. Akhirnya kondisi memberatkan pasien. Itulah yang menjadi dilema bagi kita. Karena oksigen kita bener-bener yang tersegel kosong. Jadi bukan menolak,” tambahnya.

Dia menjelaskan, pasien Covid-19 yang ditangani RSU Ahmad Yani hingga saat ini penuh, sehingga tak dapat menampung Yohanes. Selain itu, kondisi oksigen juga benar-benar kritis, bahkan di ruang IGD terdapat 27 pasien, sementara oksigen yang terpakai ada 24.

“Bahkan ada 3 pasien yang tidak menggunakan oksigen. Sedangkan di ruang isolasi ada 43 pasien Covid-19 yang sudah menggunakan oksigen,” ujarnya.

Menurutnya, masalah ketersediaan oksigen merupakan masalah nasional. Bahkan, untuk mengatasi oksigen tersebut dirinya mengaku benar-benar menguras pikiran dan menyebabkannya setres.

“Karena oksigen ini kita benar-benar berlomba-lomba. Kita ada 2 rekanan di Lamteng dan Natar. Kita juga ke PT Pusri Palembang. Tapi kita harus berpacu dengan waktu. Karena pasien Covid kami tidak berhenti. Sedangkan, kebutuhan oksigen yang ada hanya cukup untuk pasien yang dirawat,” paparnya.

Dirinya juga menyebutkan, stok di Natar yang biasanya banyak. Akan tetapi saat kejadian yang di Natar pada saat itu ada demontrasi. Sehingga menghambat kedatangan oksigen.

“Biasanya maksimal jam 11 pagi datang, tapi karena ada demo di Natar yang meminta keluarga berebut oksigen, akhirnya truk-truk yang sudah MoU (bekerjasama, red) dengan rumah sakit itu tidak bisa keluar. Kondisi itu yang membuat adanya keterlambatan oksigen,” kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Metro Wahdi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menegaskan, bahwa meski terdapat keterbatasan oksigen namun tidak menggangu pelayanan kesehatan.

“Wajib pemerintah melindungi masyarakat. Saya tekankan tidak ada penolakan pasien apapun di RS. Ada keterbatasan oksigen secara Nasional, pun tidak menyebabkan gangguan dalam pelayanan kesehatan,” tulisnya.

Ia juga menyampaikan bahwa banyaknya tenaga kesehatan (Nakes) yang terkonfirmasi, mengharuskan Pemkot menjaga nakes dan tenaga sukarela.

“Banyaknya nakes yang terkonfirmasi dan beberapa yang meninggal menjadikan kita tentu harus juga bertoleransi. Upaya menjaga nakes dengan beberapa tenaga sukarela yang sudah saya bentuk. Membentuk tim siaga Oksigen Metro (OM), tim data dol (Olah dan Lapor), tim vaksin, tim pemantau obat, Satgas kelurahan dan kecamatan, 22 KTN, Peduli sosial dan lain-lain,” terangnya. (red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here