Home Uncategorized Pemkab Lampung Utara Canangkan Vaksin Untuk Ibu Hamil

Pemkab Lampung Utara Canangkan Vaksin Untuk Ibu Hamil

15
0

Lampung Utara, (titikfocus) – Dalam rangka optimalisasi pelaksanaan percepatan penanganan dan pencegahan Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) canangkan pemberian vaksin Covid-19 bagi ibu hamil.

“Mudah-mudahan vaksin ini memberikan manfaat positif bagi para ibu hamil, agar ibu dan bayinya bebas dari Virus Corona. Target kita untuk saat ini 1.000 dosis vaksin,” kata Bupati Lampung Utara Hi. Budi Utomo, SE, MM, saat Pencanangan Vaksinasi Covid-19 pada Ibu Hamil di Puskesmas Kotabumi II, Selasa (14/09/2021).

Turut hadir Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Utara Hj. Nur Endah Sulastri, S.Pd, MM, Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. Maya Manan, M.Kes, dan Kepala BPBD Drs. Nozi Efialis, M.Si.

Menurut Bupati, konsentrasi Pemerintah saat ini menitikberatkan pada penanganan dan pencegahan potensi peningkatan kasus Covid-19. Ini sangat penting untuk menjadi perhatian bersama agar jangan sampai terlena, mengingat di Kabupaten Lampung Utara pernah berstatus zona merah atau level 4.

“Virus ini luar biasa karena sasaranya tidak melihat usia, etnis, agama. Siapapun bisa terpapar. Hari ini kita laksanaan vaksinasi untuk ibu hamil, semoga ini akan memberikan edukasi pada masyarakat, mari bersama-sama kita mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Sebagai pelaksana yang berada di daerah harus mau dan mampu menjalankan apa yang menjadi kebijakan dari Pemerintah pusat, sebagai wujud sinergi dan sinkronisasi dengan berbagai kebijakan yang ada di daerah.

“Alhamdulillah, saat ini kita telah berhasil turun ke level 2 atau berada di zona kuning,” ungkap Bupati.

Karenanya, Bupati memberikan apresiasi dan penghargaaan yang tinggi kepada semua pihak, terutama tenaga medis dan paramedis, yang telah berjuang di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 dan berhadapan langsung dengan masyarakat, tak jarang menghadapi peliknya kondisi dan situasi masyarakat yang berbeda-beda karakter dan tingkat pemahamannya.

“Sebagai manusia kita berkeyakinan bahwa pada hakikatnya yang menyembuhkan penyakit itu adalah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Namun kita tidak boleh berdiam diri, melainkan harus berikhtiar dengan berobat ke dokter atau mencari obat alternatif lain, serta berupaya memprioritaskan pencegahan daripada tindakan pengobatan, yaitu dengan melaksanakan vaksinasi secara massal dan menyeluruh,” tandasnya. (Risdi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here