Home Kota Metro Permudah Warga Sampaikan Aspirasi, PWI Metro Kembali Gelar LAM

Permudah Warga Sampaikan Aspirasi, PWI Metro Kembali Gelar LAM

157
0

Kota Metro, (titikfocus) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Metro kembali menggelar Layanan Aspirasi Masyarakat (LAM), dengan tujuan mempermudah masyarakat untuk menyampaikan keluh kesahnya, guna membangun Kota Metro tercinta menjadi lebih maju, berlangsung di Wisata Capit Urang Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, Sabtu (27/11).

Aspirasi pertama datang dari perwakilan warga Kecamatan Metro Utara Supriyanto menjelaskan, Infrastruktur jalan wisata capit urang dan berbagai fasilitasnya, guna menunjang perekonomian masyarakat sekitar.

Perwakilan kedua Husen Junaidi dari Hadimulyo Timur, meminta perbaikan jalan WR Supratman yang kedua masalah transportasi yakni jembatan untuk petani mengakut hasil buminya, khususnya di RW 12 jalan Kambing dari terbentuknya kelurahan Hadimulyo timur sampai saat ini belum ada perbaikan.

“Kami berharap adanya kepedulian pemerintah, karena mayoritas 75 persen masyarakat di Hadimulyo Timur petani. Untuk saat ini masyarakat harus memutar dengan jarak sekitar 5 sampai 7 Kilo Meter,” ungkapnya.

Sementara itu ditempat yang sama Sutikno dari Kecamatan Metro Timur, perbaikan ikon dari tugu bola dan stadion dikarenakan di Metro Timur direncanakan menjadi kampung Atlit dan destinasi wisata lokal, yang kedua untuk penerangan lampu jalan di Stadion Tejosari dan Tugu bola banyak sekali yang tidak bisa menyala dengan baik.

“Saya juga mau bertanya kepada Wali Kota dan Jajaran OPD kami ini mempunyai hutan kotan di wilayah kita, apakah di perbolehkan digunakan untuk destinasi wisata lokal,” jelasnya.

Sementara itu Perwakilan dari Metro Selatan Suparyono Jalan Cendrawasih agar segera diperbaiki mulai dari jembatan yang sudah mulai berlubang perlu adanya perbaikan, untuk yang kedua jalan pattimura yang berdekatan dengan wisata padas gerojok.

“Waktu itu ada yang mengukur dari pihak rekanan, namun sampai saat ini tidak tau lagi, masih saja rusak belum ada perbaikan. Untuk flying fox ini banyak yang tanya kapan di operasikan banyak masyarakat yang bertanya terkait hal tersebut,” jelasnya.

Dijelaskan Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin menjawab aspirasi masyarakat yang membangun Kota Metro ini yang dingin dikarenakan membangun Kota Metro tidak bisa dilakukan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro.

“Kalau di lihat dalam visi dan misi Stadion masuk pada program yang ketujuh, termasuk infrastruktur dan pengembangan wisata masuk dalam program kita kedepan,” kata dia.

Lebih lanjut, membangun infrastruktur baik jalan, drainase guna mempertahankan keberlanjutan semua menjadi perhatian pemerintah. Secara umum pemerintah sudah memilik rencana dalam pembangunan. Dalam rencana tata ruang ini harus sedetail mungkin.

“Maka dari itu kita juga butuh aspirasi masyarakat dalam pembangunan, karena pemerintah ini harus mementingkan kepentingan masyarakat terlebih dahulu,” kata dia.

Wahdi juga mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Persatuan Wartawan Indonesia yang telah memberikan ruang bagi masyarakat menyampaikan aspirasinya untuk pembangunan Kota Metro yang lebih baik kedepan.

“Saya apresiasi sekali dengan kegiatan yang dilakukan oleh PWI semoga ini menjadi suatu kegiatan yang berkelanjutan kedepan,” pungkasnya.

Ketua PWI Kota Metro Rino Panduwinata menuturkan, pola komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat harus tersusun melalui sebuah sistem. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir gesekan akibat perbedaan pemahaman atas informasi yang masuk di masyarakat.

“Terbukanya ruang informasi tersebut juga berimplikasi pada transparansi pemerintah dalam membuat kebijakan. Sementara, sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap langkah-langkah yang diambil pemerintah, baik dalam bentuk pengawasan pelaksana kebijakan, maupun laporan masyarakat terhadap suatu pelanggaran bisa disampaikan melalui layanan pengaduan,” kata Rino kepada awak media.

Rino menjelaskan, dengan program LAM tersebut, masyarakat dapat menyampaikan keluhan dan memberi kritik dan saran dari sisi pelayanan dan kebijakan.

“Berbagai pelayanan publik memang kerap kali dirasa masih memiliki kekurangan, bahkan sampai gagal fungsi. Namun, satu sisi masyarakat kerap kali terbentur akses sehingga pesan dan saran tidak sampai. Dengan program ini, diharapkan bisa menjadi sarana mediator bagi warga dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah perihal pelayanan dan kebijakan melalui sistem pengaduan .. demi terciptanya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT,” jelasnya. (Pwi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here