Home Kesehatan Seminar Nasional, Wahdi Paparkan Fungsi Nyata Jama-PAI

Seminar Nasional, Wahdi Paparkan Fungsi Nyata Jama-PAI

54
0

Semarang, (titikfocus) – Wali Kota Metro, dr. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG(K), menjadi salah satu narasumber dalam Seminar Nasional Inovasi Penguatan Kemandirian dan Tata Kelola & Best Practice RSUD di Poncowati Patra Semarang Hotel & Convention, 29 Maret 2022. Sebagai narasumber lain adalah Ketua Apeksi sekaligus Wali Kota Bogor, Bima Arya, M. Ramdhan Walikota Makasar dan Maidi Walikota Madiun. Acara ini juga sekaligus rangkaian dalam Acara Kota Sehat atau Healthy Cities Summit 2022.

Dalam sambutannya, Bima Arya mengatakan, untuk menjawab tantangan-tantangan masa depan maka diperlukannya sinergi dari segenap pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi). Bima Arya menambahkan, bahwa Covid-19 memberikan pembelajaran yang bermakna dalam mempersiapkan pemerintahan yang baik khususnya dalam bidang kesehatan yang saat ini menjadi panglima.

“19 Maret 2020, sore-sore saya mendapatkan kabar dari Pak Gubernur Jawa Barat, yang mengatakan saya positif ACovid-19, bahwa saya pasien nomor 1 di Kota Bogor. Pak Gubernur bertanya, Pak Wali silahkan mau dirawat dimana, saya sampaikan, Pak Gub masa Wali Kota Bogor dirawat di Kota Jakarta, saya telpon bu wadir, dok tolong siapkan, iya siap katanya, walaupun saya baru tahu adalah pasien pertama dan dirawat di ruangan yang baru saya resmikan, apa jadinya kalau Wali Kota tidak percaya sama RSUD-nya, apapun itu kita harus berikan kepercayaan penuh,” kata Bima Arya selaku Wali Kota Bogor.

Menurut Bima Arya, Covid-19 adalah ujian paling berat dalam kepemimpinan. Covid-19 jelasnya adalah hal baru sehingga perlu belajar dari semua pihak. Baginya, Covid-19 juga adalah hal yang dapat mampu meningkatkan taraf hidup manusia, ini sebagai ujian kepemimpinan dan ujian keimanan, serta tentang ikhtiar meningkatkan kualitas hidup manusia.

Bima Arya menyampaikan, bukan hanya pandemi yang juga ada didepan mata, tetapi adalah tentang menjemput bonus demografi, sehingga perlunya kepala daerah tidak terfokus pada urusan-urusan jangka pendek karena pemimpin punya tanggung jawab besar jangka panjang menyiapkan generasi menuju bonus demografi nanti. Sehingga menurutnya pentingnya membangun jejaring dan komunikasi kepada semua pihak.

Wali Kota Metro, dalam pemaparannya menyampaikan tentang profil Kota Metro juga program-program yang sudah dijalankan khususnya dalam bidang kesehatan.

“Ketika saya dilantik, saya mendapati puncak gelombang pandemi, tentu ini memberikan satu inovasi kreatifitas dan dalam pengelolaan kesehatan. Saya sangat diuji betul, saya seorang dokter dan RSUD di Metro adalah rujukan regional Lampung, separuh Lampung dirujuk di Kota Metro,” katanya.

Menurutnya, Kota Metro memiliki angka harapan hidup 71.66 tertinggi di Provinsi Lampung, Kota Metro juga sudah 100% memenuhi Universal Health Coverage, sehingga masyarakat Metro tak perlu membayar saat berobat, cukup dengan membawa KTP.

“Kota Metro juga merupakan kota yang sejuk, kita juga sudah bekerjasama sebagai rumah sakit pendidikan utama fakultas kedokteran. Yang tentunya dalam program nasional peningkatan angka kesehatan ibu dan anak,” katanya.

Lanjutnya, perlunya membangun jejaring kesehatan untuk menuntaskan masalah kesehatan adalah hal yang penting, sehingga salah satu program di Kota Metro yang diluncurkan adalah Jama-PAI, Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu.

“Ada juga Home Care, bagaimana rumah sakit memberikan pelayanan yang cepat, karena RSUD Ahmad Yani Metro sebagai rumah sakit rujukan regional yang harus siap. Dengan sistem elektronik juga kami mempersiapkan resep elektronik, bagaimana masyarakat tidak perlu mengantri obat, dan pemerintah juga menciptakan aplikasi MEWS-Obstetri yang dapat diunduh di Google Playstore,” katanya.

Membahas mengenai Bonus Demografi, menurut Wahdi jangan sampai menjadi Modus Demografi, sehingga perlu disiapkan sumberdaya manusia yang baik menuju Indonesia Emas 2045 dengan program Gemerlang yaitu Generasi Emas Metro Cemerlang yang dijabarkan dalam 7 Pilar Jama-PAI.

“Mulai dari Pra Konsepsi, bagaimana menyiapkan manusia sebagai hamba tuhan yang sempurna, kemudian masa hamil dan masa menyusui juga disiapkan, sehingga mampu mengatasi stunting, ini penting sekali,” katanya.

Wahdi juga mengapresiasi acara yang diinisiasi Apeksi tersebut, karena terdiri dari kumpulan kota se Indonesia sehingga mampu menjawab masalah-masalah saat ini dan yang akan datang bagi kota-kota di Indonesia demi mendukung majunya bangsa Indonesia.

Selain dalam seminar tersebut, Wali Kota Metro juga menjadi narasumber, dalam kegiatan yang diinisiasi oleh UNESCO dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) dengan kegiatan yang bertajuk Urgensi Langkah Aksi Pemerintah Kota, Dalam Pemulihan Covid-19 Bagi Penyandang Disabilitas. (rls).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here